CINTA DAN LUKA(S)
Lukas Barry Abraham PoV
Perkenalkan, aku Lukas, bukan luka.
Mungkin kalian sudah tau namaku dari dua cerita yang ditulis oleh kedua sahabatku, Cinta dan Yoga. Pengalaman menulisku hanya sebatas mengerjakan tugas dari guru bahasaku, Bu Lely, tugas mengarang cerita kegiatan apa saja yang dilakukan bersama keluarga saat liburah akhir semester, itu pun dibantu Cinta dan Yoga. Jadi kuharap kalian memakluminya jika tulisan ini tidak sebagus kedua sahabatku.
Seperti yang dikatakan yoga, persahabatan ini terjalin sedari kita duduk di bangku SMA-hingga saat ini. Namun entah apa yang terjadi nanti, ketika mereka membaca tulisan ini, tulisan amatir dari si Lukas yang kalian sebut luka. Aku memang tidak se-asik Yoga, atau bahkan se-hangat Cinta.
Sedikit kuceritakan tentang aku; aku manusia yang sangat benci keramaian, jika kalian bertanya bagaimanaaku di kelas, aku golongan yang mengincar bangku di sudut paling belakang, dengan baju yang aur-auran, buku tulis yang itu-itu saja, dan mata yang selalu ngantuk.
Raden Yoga Prahmadiyan, dari namanya terdengar sangat kampungan sekali, bukan? walaupun begitu, Yoga tipikal orang yang pintar sekali mencairkan suasana, bayangkan saja jika tidak ada dia, hanya aku dan Cinta yang terlibat dalam persahabatan ini, akan seperti kanebo kering yang merindukan tetesan air. Namun tak bisa di pungkiri, aku dan Cinta pun kadang merasa jengkel ketika Yoga mengeluarkan akal busuknya untuk menjahili kami, ya walaupun akhirnya kami tertawa bersama dan diakhiri dengan jeweran keras dari Pak Dodih, guru killer sejagat raya.
Sebenarnya masih banyak sekali yang ingin aku ceritakan kepada kalian tentang bagaimana serunya kisah persahabatan kami. Sayangnya tulisan ini tidak untuk membahas itu, mungkin nanti dilain kesempatan, jika memang persahabatan ini masih terjalin dengan baik.
Sebelumnya sampaikan permohonan maafku untuk Yoga dan Cinta, dan suruh mereka agar tidak memaafkannya. Bagiku mengenal mereka dengan baik adalah anugrah terbaik yang diberikan tuhan padaku, dengan mereka aku bisa bisa membuat masa SMAku menjadi lebih berkesan, dengan mereka hidupku tidak lagi hitam dan abu-abu.
Cinta Syakila Kusmana, dia lebih memilih untuk buta dan tuli. Mengabaikan begitu saja perasaan Yoga. Jika kalian bertanya apakah perasaanku sama seperti apa yang dimiliki Cinta, jawabannya, ya. Tapi berbeda dengan Cinta, jika dia memilih untuk buta dan tuli untuk menolak perasaan yang lain, aku lebih memilih berpura-pura buta dan tuli untuk mempertahankan apa yang seharusnya tidak terjadi. Perasaan yang awalnya tidak akan pernah kuutarakan pada siapapun, kini, pada kesempatan ini, aku akan mendeklarasikan bahwa aku juga menyukai Cinta. Tapi aku tidak mengiginkannya.
Soal apa-apa yang terjadi saat hujan manahanku pulang dari rumahnya malam itu, kuharap dia tidak menganggap bahwa itu juga cinta. Aku bisa dengan baik memendam perasaanku, bahkan bertahun-tahun lamanya, perasaan yang sedari awal pertemuanku dengannya, perasaan yang kurawat dengan baik secara diam-diam. Bahkan saat berhubungan intim dengannya sekalipun, aku bisa memendamnya.
Mungkin jika ada perlombaan memendam perasaan, aku juaranya.Bodohnya, aku tidak bisa menahan hawa nafsuku.
Apa in semua salahku? tak apa jika kalian berfikir demikian, aku tanggung semua cacian dan makian yang kalian lontarkan. Tapi ada satu hal yang perlu kalian ketahui, cinta dan luka itu dua hal yang pasti, yang tidak seorang pun dapat mengendalikannya. Cinta dan luka itu dua hal yang selalu berdampingan akan tetapi tetap tidak bisa di satukan.
Tolong jangan ada yang mengguruiku, aku tahu ini semua dapat di hindari. Tapi apa dayaku, untuk mengontrol perasaanku saja aku berusaha mati-matian, bagaimana bisa aku juga mengontrol perasaan orang lain. Mungkin salah satu dari kalian pernah berada di dalam lingkaran setan seperti yang kami alami, cinta yang menghancurkan persahabatan.
Jika memang ini semua harus ku tanggung sendiri, tak apa, aku siap.
Maaf, Yoga, aku tidak bisa menghapus semua rasa yang pernah ada.
Maaf, Cinta, aku tidak sampai hati untuk bisa mencintaimu.
Jika ada kesempatan untuk memilih cinta atau persahabatan, aku lebih memilih kita menjadi asing kembali.
😭😭😭
BalasHapus