Selamat datang, aku.

Ini tulisan ketigaku tentang kamu, mungkin juga ini yang terakhir. Ini akan sedikit kasar atau penuh dengan emosional. Sebelumnya aku koreksi dulu, kata 'mungkin' pada kalimat pertama itu bersifat mutlak, tidak akan ada kemungkinan aku menulis tetangmu lagi. 

"Aku pasti kembali. Tunggu saja," terdengar menyenangkan ketika mendengar sebuah janji yang terucap, namun kenyataannya sangat menjijikan. Bodohnya, aku percaya dan menyiapkan sambutan terbaik untuk kepulanganmu. Maaf, diri. Telah memaksamu untuk menerima kenyataan yang pahit (lagi).Tapi tak apa, terima kasih telah membuktikan atas semua kepalsuan yang keluar dari mulut manismu. 

Namun tetap tak bisa dipungkiri.

Denganmu, duniaku menjadi sangat menyenangkan.

Denganmu, aku bisa menjadi aku yang sebenar-benarnya.

"mimpi yang telah kita capai kini hanya sebatas memori"

"terima kasih."

Tugasku sudah selesai, senyum manismu sudah bukan lagi untukku.

Do'aku sudah terkabul, kau sudah menemukan jalan kemana kau akan pulang.

Hari ini 14 Ferbruari 2021, hari dimana orang-orang menyebutnya dengan hari kasih sayang, yang identik dengan bunga, coklat dan simbol kasih sayang lainnya.Tapi itu hanya untuk orang-orang saja, tidak denganku. Karna hari ini tanggal Empat Belas bulan Februari tahun Dua Ribu Dua Puluh Satu, aku memutuskan untuk berhenti mencitaimu. Bukan karna tidak lagi cinta, tapi ini alasanku agar aku dapat tetap hidup, ya, seperti yang tercantum di judul Blog ini. Semua yang kutulis tentangmu, bukan sebuah upaya untuk membuatmu kembali atau merubah fikiranmu atas keputusan yang sudah kau pilih, tapi jika kau berfikir demikian, maaf kau salah besar.

Tidak ada sedikitpun penyesalan, kekesalan, atau bahkan keresahan saat dimana aku mendeklarasikan pemberhentian diri dari rasa yang selama ini ada.

Selamat datang, aku. Tidak terlalu buruk untuk menyebut ini sebagai perayaan, bukan?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semoga Sampai

AGAR TETAP HIDUP