Selamat datang, aku.
Ini tulisan ketigaku tentang kamu, mungkin juga ini yang terakhir. Ini akan sedikit kasar atau penuh dengan emosional. Sebelumnya aku koreksi dulu, kata 'mungkin' pada kalimat pertama itu bersifat mutlak, tidak akan ada kemungkinan aku menulis tetangmu lagi. "Aku pasti kembali. Tunggu saja," terdengar menyenangkan ketika mendengar sebuah janji yang terucap, namun kenyataannya sangat menjijikan. Bodohnya, aku percaya dan menyiapkan sambutan terbaik untuk kepulanganmu. Maaf, diri. Telah memaksamu untuk menerima kenyataan yang pahit (lagi).Tapi tak apa, terima kasih telah membuktikan atas semua kepalsuan yang keluar dari mulut manismu. Namun tetap tak bisa dipungkiri. Denganmu, duniaku menjadi sangat menyenangkan. Denganmu, aku bisa menjadi aku yang sebenar-benarnya. "mimpi yang telah kita capai kini hanya sebatas memori" "terima kasih." Tugasku sudah selesai, senyum manismu sudah bukan lagi untukku. Do'aku sudah terkabul, kau sudah menemukan ja...