366 Km / 24 Jam
Kau ingat, perjalanan yang cukup melelahkan kala itu? ya, perjalanan yang sudah
kita rencanakan selama 14 hari. Kala itu, aku tidak terlalu banyak bicara,
hanya melihat dan memerhatikanmu yang terlihat sangat senang saat merencanakan tujuan
mana saja yang akan kita tuju.
Pada saat hari yang kita tunggu-tunggu itu tiba, entah mengapa alam sangat mendukung.
Cuaca cerah, tidak panas dan tidak dingin, padahal hujan sedang senang-senangnya
turun. Beruntung, terimakasih, Tuhan. Terimakasih telah memberi kesempatan itu,
kesempatan yang mungkin tidak akan datang dua kali.
Cukup menyenangkan ketika mengingat hal itu, bukan? Wajah lucu dan mata yang berbinar
terpancar sangat jelas. Kala itu, aku jatuh hati kesekian kalinya di waktu yang berbeda,
di tempat yang berbeda, namun tetap pada orang yang sama. Bisakah ku ulang sekali
lagi? Sekali saja, untuk terakhir kalinya.
Banyak yang bilang menaruh harap pada seseorang itu sama saja dengan menunda patah hati,
mungkin memang benar begitu adanya dan aku pun tau itu akan terjadi.
Tapi, salahkah seorang aku ini mempunyai sebuah harap? bukankah sangat menyenangkan jika harapan
itu benar adanya?
366 Km dalam kurun waktu 24 jam. Menyenangkan, bukan? Jika kesempatan itu benar adanya,
bolehkah aku memintamu untuk tetap menemani?
Komentar
Posting Komentar